21 Desember 2014
Menjadi seorang yang benar- benar dewasa itu sangatlah tidak
mudah butuh perjuangan. Masalah demi masalah datang menghampiri ku terkadang
disela waktu saat menyelesaikannya aku mulai lelah melakukannya. Orang berpikir
aku ini orang yang kuat dan tegar namun hati ini tetaplah masih ada rasa beban.
Mengutarakan kata hati tidaklah segampang membalikan telapak tangan, karna
terkadang hati itu bisa keluar oleh sikap atau mata apakah dia senang ataupun sedih.
Aku orangnya tidak terlalu banyak bicara namun setiap ada
orang yang mengajakku bicara aku akan menjawab selagi itu penting. Orang
menganggapku kalau bicara itu membosankan sampai-sampai membuat mereka jenuh
dibuat oleh diriku. Di dalam hati kecilku aku ingin orang yang berbicara
denganku nyaman dan membuat mereka tidak jenuh oleh ku. Aku harus bisa
introfeksi diri.
Aku berusaha untuk berubah, namun apa hasilnya gagal. Aku ngerasa
aku orang yang gagal dari segi pembaharuan sosial. Pablic speaking aku kurang
dihargai oleh orang lain. Bicara aku terkadang terlihat penting saat ada
informasi penting saja, namun basa-basi itu terkadang aku jadi orang yang bodoh
sekali.
Bagaimana tidak sekarang pun yang tahu keberadaan perasaan
ini hanyalah diri aku sendiri. Bercerita, menangis, bahagia, gembira, susah, senang semuanya menyatu. Mengingat sesuatu
yang lebih dari perasaanku yang aku utarakan namun tak ada tanggapan timbal
balik yang baik. Merenung mendapatkan ide untuk bisa membuat orang nyaman
dengan ku terkadang timbal balik yang kurang baik.